Sabtu, 09 Oktober 2010

Belajar dari Alam (Aku dan Pohon Nangkaku)

Mungkin ketika anda membaca judul blog ku ini, pasti bkalan ngerasa, atau mungkin berpikir, judulnya rada-rada gimana gitu,.!! hehe,, harap d maklumin deh..
Pengennya supaya Unik, tapi yaa pendapat Orang kan beda-beda...

Sebenernya ini cuma cerita doang yang di ambil dari kisah nyata dari sedikit orang-orang yang mnyadari akan keunikan hikmah dalam hidup ini, dan itung-itung berbagi pengalaman lah..

jadi gini nih,
Di suatu desa,Ada seorang anak dari keluarga sederhana yang notabene hidupnya (bisa di katakan Pas-pas'an lah), tapi keluarga itu cukup bahagia, karena segala sesuatu yang di dapat, dan sekecil apapun itu mreka pasti selalu mensyukurinya.

Anyway, klo masalah latar belakang tuh keluarga cukup lah, gga usah di critakan panjang lebar tentang kelurga itu, coz point pentingnya ada pada si Anaknya..

Anaknya, katakanlah namanya si Nugie, jadi si nugie ini adalah anak pertama dari dari tiga bersaudara keluarga yang aku ceritain tadi tuh, dan dia adalah anak Laki-laki satu-satunya. Mungkin Karena dia anak yang paling besar, rasa tanggung jawabnya itu gede bgt, dia selalu ingin membantu Orang tuanya, apapun itu. Dan Hal yang sering dia lakuin setiap pagi dan sore setiap hari, itu Adalah Tugas Menyapu Halaman rumahnya, yaa.. bner itu adalah tugas langanan dia, untuk mengurangi sdikit pekerjaan ibunya di rumah.
Tiap hari, pagi dan sore dia selalu Menyapu halaman rumahnya,sekecil sampah apapun takkan luput dari sabetan sapunya itu. Memang sih samapah-sampah itu bukan dari atau hasil perbuatan manusia, tapi pure dari Alam (Pohon Nangka). Daun-daun yang rontok dari Pohon itu lah yang selalu menjadi langganan Kalo si nugie menyapu halaman rumahnya, tiada henti dan tiada habisnya
Pernah, suatu hari pohon itu lagi terserang penyakit, jadi si pohon itu Mengguggurkan hampir semua daun-daunya hingga semua daun-daun itu menutupi perkarangan rumahnya. Pada tau kan gimana sifat manusia, pasti sesabar apapun ujung-ujungnya juga bisa kesel. Nah, begitupun si nugie, dia sempet menggerutu "Nih pohon, tiap hari selalu ajah ngejatuhin daunya, gga ada habis-habisnya.!!". selalu kata-kata itu yang keluar dari ucapanya saat dia melakukan tugasnya itu. Sampai suatu hari, kala itu Matahari di desanya sangat terik sekali, sampai panasnya terasa hingga ke dalam rumahnya. di saat itu lah ia bergegas keluar rumah untuk mencari tempat yang pas untuk ngadem (mencari angin sepoi-sepoi gitulah), maka duduk lah dia di bawah Pohon nangka di halaman rumahnya itu, menikmati silir-silir angin yang lembut menerpa tubuhnya.
Hari demi hari kian berganti, dan cuaca pun masih tetap sama panasnya, begitupun nuggie yang punya kebiasaan barunya (ngadem/ngaso) di bawah pohon nangkanya itu. Betapa merasa bahagianya ia, saat berteduh di bawah pohon itu. di Saat-saat itu juga lah, gga tau ada angin apa dia memandang haru Pohon nangka yang berdiri di depanya, dan dia mulai Merenung, lantas beberapa kalimat terucap dari mulutnya; "Selama ini, dari aku mulai tinggal di rumahku ini, andalah yang selalu meneduhkan halaman rumah kami, andalah yang selalu menghasilkan Buah yang paling nikmat untuk keluarga kami, gga perduli walau kami tidak pernah memberi apapun. Maaf kalo selama, ini terlalu banyak mengeluh dengan anda wahai Pohon Nangkaku".
Semenjak dari peristiwa itu lah, nugie selalu bersemangat menjalani tugas langgananya itu, (menyapu halaman). dari peristiwa itulah dia bisa memetik pelajaran,
"Daun Yang selalu jatuh dari pohonya itu ibarat masalah, dan pohon itu sbagai sumbernya, kita memang bisa menghentikan daun yang berjatuhan dengan memotong pohon tersebut, tapi efek negatifnya malah akan sangat besar bagi kita.! Kuncinya satu, gga lain gga bukan adalah SABAR, walaupun daun di pohon terus berjatuhan teruslah utntuk membersihkanya, tetep istiqomah. Dan kudu percaya Stiap masalah pasti ada akhirnya, ya minimal akan berkurang sedikit demi sedikit, tinggal bagaimana kita memandang itu semua".


pesan:
"Sebenernya banyak Hal-hal kecil di sekitar kita yang mempunyai makna & hikmah yang besar, baik sebagai sarana pendidikan bahkan dalam menuntun kita untuk menjadi sosok yang baik dan bahkan lebih. Namun cobalah untuk lebih peka dan bersyukur"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar